Kamis, 05 Mei 2016

RESENSI NOVEL

Ringkasan Novel Surat Kecil Untuk Tuhan (Bab 4 - 6)



  
   4.         Ringkasan Bab 4 : Malaikat Itu, Apakah Kau Tahan?
Setelah mencari kesana sini akhirnya pun ayah menemukan Prof.Mukhlis yang sudah ahli dalam bidang kanker. Setelah berbicang-vincang tentang penyakitku dan keputusan terakhir selain operasi adalah aku menjalankan kemoterapi selama 6 kali. Keesokan harinya aku mengikuti kemoterapi yang pertama dan setelah kemoterapi aku kaget karena semua rambut sudah rontok dan juga aku merasakan mual yang sangat sekali. Empat hari pun berlalu proses kemoterapi itu mulai terlihat hasilnya meskipun tidak terlalu memuaskan. Sewaktu melakukan kemoterapi yang keempat, tubuhku terasa seperti sudah menolak obat obat keras tersebut dan akhirnya aku mengalami koma selama dua hari. Setelah dua hari aku terbangun dan bingung mengapa semua orang di sekelilingku menangis. Setelah itu keadaanku membaik dan kami semua beramai-ramai membeli rambut palsu dan kacamata di WTC ternama di Jakarta. Ayah pun membelikan aku sebuah kucing angora yang sangat lucu dan aku memberi namanya Moni. Keesokan harinya aku melakukan operasi kecil (bioksi) untuk mengangkat sedikit contoh kulitku dengan pemeriksaan laboratorium dan setelah tes akhirnya keluar. Aku sungguh dinyatakan telah sembuh dan bebas dari kanker.

   5.         Ringkasan Bab 5 : Hari Indah Itu Mulai Datang
Hari yang indah dan harapan yang kunanti telah datang, kanker itu sudah pergi. Sekarang aku ingin membalas segala rasa sedih dengan keceriaan. Aku kembali ke sekolah, teman-temanku menyambutku dengan gembira seakan telah menantikan kehadiranku. Pulang sekolah kami pun meluncur ke sebuah tempat perbelanjaan. Keesokan harinya, ujian pun tiba selama tiga hari. Saat pembagian rapot meskipun aku tidak masuk sepuluh besar, aku masih bersyukur karena aku naik kelas. Sebelum liburan tiba, diadakan pertandingan volley antar kelas, kelas kami terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok angel dan kelompokku. Akhirnya kelompok angel yang mewakili kelas kami. Saat liburan tiba ayah mengajak aku dan sahabat-sahabatku beserta Andi liburan ke villaku di Kota Bunga, Puncak.

   6.         Ringkasan Bab 6 : Pesta Telah Usai, Kanker Itu Kembali
Aku berpikir aku telah terbangun dari mimpi burukku. Dalam mimpiku kanker itu kembali lagi. Pulang sekolah ini aku dan Andi akan menonton film Dealova di bioskop. Di dalam film itu menceritakan sama apa yang aku alami dulu. Keesokan harinya aku merasa aneh pada tubuhku, hidungku sering mimisan seperti dulu lagi. Setelah dilakukan pemeriksaan ke dokter ternyata kanker itu muncul lagi tetapi ayah menyembunyikan padaku. Keesokan harinya aku mengetahuinya bahwa aku terkena kanker untuk kedua kalinya.

RESENSI NOVEL

Ringkasan Novel Surat Kecil Untuk Tuhan (Bab 1 - 3)



   1.         Identitas Buku
Judul Buku /Novel         : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penterjemah                   :       –
Penerbit                          : Inandra Published
Tahun Terbit                   : 2008
Cetakan                          : Jakarta, September 2011
Edisi                               : Ke – 8
Tebal Buku                     : vii+232
Harga Buku                    : Rp. 38.800,-
Pengarang                      : Agnes Davonar

   2.         Kepengarangan
Agnes Davonar adalah sebuah fenomenal di dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima  novel online dan 42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya.  Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “Bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes Davonar ”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes Davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.

Agnes lahir di Jakarta 8 Oktober, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus. Mereka adalah dua saudara yang besar dalama lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang penulis kaligrafi Cina sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Mereka berdua membentuk sebuah blog dengan situs untuk menyalurkan tulisan mereka.

Agnes berkerja sebagai karyawan swasta dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara. Keduanya memiliki hobby yang sama yakni menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis telah mengantarkan keduanya sebagai penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia. Agnes Davonar menyebutnya sebagai novelis dan cerpenis online. Karena ketulusan dan kedisplinan dalam berkarya sebuah situs peringkat Blog Topseratus.com.

   3.            Sudut Pandang : Orang pertama

   4.            Ringkasan Bab 1 : Istana dalam Dunia Kecilku
Gita Sesa Wanda Cantika yang biasa dipanggil Keke. Aku mempunyai dua kakak laki-laki dan ayah. Sekarang aku sudah berpisah dengan ibu akibat perceraian ayah dan ibu. Meskipun ayah dan ibuku sudah bercerai, tetapi hubungan mereka masih berjalan dengan baik. Sempat aku dan kedua kakakku tidak menginginkan sekolah kembali tetapi ayah terus membujuk kami dan akhirnya pun kami ingin kembali sekolah, tetapi di sekolah yang baru. Di sekolah yang baru aku mempunyai sahabat yang begitu baik padaku, tetapi disekolah baru ada suatu kelompok (geng) lain yaitu Angel. Kelompok permainan (geng) aku dengan geng Angle selalu berselisih tapi diantara kami tidak ada rasa dendam. Keesokan harinya disekolah mengadakan LKDS dan di acara tersebut kami ikut, akan tetapi akhirnya geng Angle mendapat peringkat A, sedangkan geng aku mendapat peringkat B. Dari situlah kami bisa mengambil kesimpulan bahwa kami harus lebih kompak lagi.

   5.            Ringkasan Bab 2 : Air Mata Itu Mulai Ada
Pagi-pagi Bibi mencari obat tetes mata untuk Kak Kiki yang ternyata mengalami sakit mata. Keesokan harinya sakit mata yang dialami Kak Kiki sudah mereda, tetapi ketika aku bangun merasa ada yang aneh dengan mata ternyata aku terkena sakit mata. Jika pulang sekolah keadaanya masih sama maka aku akan dibawa ke dokter, tetapi kunjungan ke dokter akan diundur setelah pertandingan volley. Saat pertandingan volley, Maya berkata padaku bahwa hidungku mimisan, lalu aku langsung kekamar mandi, dan langsung ke UKS karena kepalaku juga pusing. Setelah kejadian itu, ayah pun langsung datang menjemputku dan membawaku kedokter. Ternyata dokter hanya menyangka aku terkena sinus tetapi ketika sampai 5 hari tidak ada perubahan aku, dokter berharap membawaku ke Prof. Lukman. Lima hari berlalu, ternyata sakit mata yang aku alami tidak kunjung ada perkembangan positif, akhirnya aku pun dibawa ke Prof.Lukman. Setelah diperiksa ternyata aku terkena penyakit kanker jaringan lunak, tetapi aku belum mengetahuinya dan ayah pun masih menyembunyikannya dari aku.

   6.            Ringkasan Bab 3 : Mama, Wajah Kakak Itu Kenapa ?
Kanker itu terus menyebar dan akhirnya membuat aku lebih sulit bernafas dan mukaku mulai memerah dan kanker itu pun menarik kulit mataku, sehingga aku sulit untuk melihat. Ketika sampai disekolah, aku langsung lari ke kelas karena malu dengan mukaku yang membengkak. Pada jam istirahat karena aku bosan dikelas aku meminta pada sahabatku untuk membuat Pak Iyus mengalihkan perhatiannya dariku. Ketika sampai di kantin, aku melihat anak kecil yang sangat lucu dan aku menyapanya. Tetapi ketika aku menyapa adik kecil itu, dia lari  menghampiri sang ibu dan berkata “Mama, wajah kakak itu kenapa?” Aku pun hanya terdiam, pura-pura tidak mendengar pembicaraan mereka, lalu ibu itu bertanya “Muka kamu kenapa nak?, apa jangan-jangan kamu terkena tumor?” Setelah mendengar itu aku langsung pamit pada ibu itu dan langsung kembali ke kelas. Sampai rumah kata tumor itu selalu menjadi pikiranku “Apakah aku terkena tumor?” itulah yang selalu aku tanya. Keesokan harinya aku diberi obat-obat herbal dari ayah untuk segerak dikonsumsi, akan tetapi aku tidak menginginkannya karena rasanya yang pahit dan amis. Pada akhirnya 5 hari pun telah berlalu, tetapi aku merasa penyakit ini menjadi lebih parah bukan membaik, aku hanya menangis dan bertanya dalam hatiku “Apa yang terjadi denganku?”. Keesokan harinya aku dibawa ke sebuah pengobatan tradisional di Banten. Ketika sampai disana, ternyata Pak Haji tersebut tidak bisa memberi tindakan lebih lanjut dan secara lantang ia mengatakan “Ini bukan tumor tapi kanker?”. Setelah mendengar  hal tersebut, aku langsung menangis sampai rumah dan mengurung diriku di daam kamar. Setelah dua hari berlalu Andi menghampiriku dan akhirnya pun aku ingin makan dan minum obat kembali.

Rabu, 27 April 2016

KATA SERAPAN

Kata Serapan Bahasa Inggris Dalam Bahasa Indonesia

Application
=
Aplikasi
Actor
=
Aktor
Aquarium
=
Akuarium
Allergy 
=
Alergi
Account
=
Akun
Aerobic
=
Aerobik
Ballpoint
=
Bolpen
Bomb
=
Bom
Bus
=
Bus
Boss
=
Bos
Balloon
=
Balon
Business
=
Bisnis
Book
=
Buku
Calculator
=
Kalkulator
Cartoon
=
Kartun
Cellular
=
Seluler
Coin
=
Koin
Coffee
=
Kopi
Community
=
Komunitas
Copy
=
Salin
Conglomerate
=
Konglomerat
Conducive
=
Kondusif
Detail
=
Detail
Data
=
Data
Design
=
Desain
Discount
=
Diskon
Director
=
Direktur
Dimension
=
Dimensi
Edition
=
Edisi
Ecology
=
Ekologi
Embryo
=
Embrio
Erosion
=
Erosi
Export
=
Ekspor
Essay
=
Esai
Enzyme
=
Enzim
Kata Serapan Bahasa Belanda yang digunakan dalam Bahasa Indonesia.

1. Amateur : Amatir
2. Akte : Akte
3. Atleet : Atlet
4. Berichten : Berita
5. Chocolade : Coklat
6. Koelkast : Kulkas
7. Kamer : Kamar (ruangan)
8. Schakelaar : Saklar
9. Knopje : Kenop
10. Kraan : Keran
11. Kubus : Kubus
12. Doos : Dus
13. Zwak : Soak (Lemah)
14. Bout : Baut
15. Etalage : Etalase (Jendela)
16. Pantoffel : Pantofel (Sepatu)
17. Wastafel : Wastafel
18. Band : Ban
19. Fabriek : Pabrik
20. Stroom : Setrum
21. Karton : Karton
22. Kwast : Kuas
23. Soepel : Supel (Mudah Bergaul)


Kata Serapan Bahasa Portugis yang digunakan dalam bahasa Indonesia adalah:

1. Arena : Arena
2. Armada : Armada
3. Banco : Bangku
4. Varanda : Beranda
5. Bandeira : Bendera
6. Boneca : Boneka
7. Dança : Dansa
8. Garfo : Garpu
9. Igreja : Gereja
10. Campo : Kampung
11. Camisa : Kemeja
12. Carreta : Kereta
13. Mesa : Meja
14. Manteiga : Mentega
15. Dona : Nona
16. Donha : Nyonya
17. Falso : Palsu
18. Pellouro : Peluru
19. Alfinete : Peniti
20. Festa : Pesta
21. Fita : Pita
22. Escola : Sekolah
23. Sapato : Sepatu
24. Trigo : Terigu
25. Tolo : Tolol
26. Trocar : Tukar

Kamis, 14 April 2016

RESENSI NOVEL LASKAR PELANGI

Judul Buku      : Laskar Pelangi
Penulis             : Andrea Hirata
Negara             : Indonesia
Bahasa             : Indonesia
Genre               : Roman
Penerbit           : Yogyakarta: Bentang Pustaka
Tanggal terbit   : 2005
Halaman          : xxxiv, 529 halaman
ISBN                : ISBN 979-3062-79-7

KEPENGARANGAN:
Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun (lahir di Belitung, 24 Oktober 1967; umur 48 tahun) adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Ia berasal dari Pulau Belitungakademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.
, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains--fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang 
Andrea mendapat beasiswa program master di Universitas Sheffield HallamBritania RayaTesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah.

BAB I
SEPULUH MURID BARU
PAGI itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas.
Sebatang pohon filicium tua yang riang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku,
memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada
setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di
depan kami. Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD.
Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu
miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut pintu
berdiri dua orang guru seperti para penyambut tamu dalam perhelatan. Mereka adalah
seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang kepala sekolah
dan seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hafsari atau Bu Mus. Seperti
ayahku,mereka berdua juga tersenyum.
Namun, senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak
jelas beliau sedang cemas. Wajahnya tegang dan gerak-geriknya gelisah. Ia berulang kali
menghitung jumlah anak-anak yang duduk di bangku panjang. Ia demikian khawatir
sehingga tak peduli pada peluh yang mengalir masuk ke pelupuk matanya. Titik-titik
keringat yang bertimbulan di seputar hidungnya menghapus bedak tepung beras yang
dikenakannya, membuat wajahnya coreng moreng seperti pameran emban bagi
permaisuri dalam Dul Muluk, sandiwara kuno kampung kami.
“Sembilan orang … baru sembilan orang Pamanda Guru, masih kurang satu…,”
katanya gusar pada bapak kepala sekolah. Pak Harfan menatapnya kosong.
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan
karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu
ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung

BAB II
ANTEDILUVIUM
IBU Muslimah yang beberapa menit lalu sembap, gelisah, dan coreng-moreng kini
menjelma menjadi sekuntum Crinum giganteum. Sebab tiba-tiba ia mekar sumringah dan
posturnya yang jangkung persis tangkai bunga itu. Kerudungnya juga berwarna bunga
crinum demikian pula bau bajunya, persis crinum yang mirip bau vanili. Sekarang dengan
ceria beliau mengatur tempat duduk kami.
Bu Mus mendekati setiap orangtua murid di bangku panjang tadi, berdialog
sebentar dengan ramah, dan mengabsen kami. Semua telah masuk ke dalam kelas, telah
mendapatkan teman sebangkunya masing-masing, kecuali aku dan anak laki-laki kecil
kotor berambut keriting merah yang tak kukenal tadi. Ia tak bisa tenang. Anak ini berbau
hangus seperti karet terbakar.
“Anak Pak Cik akan sebangku dengan Lintang,” kata Bu Mus pada ayahku.
Oh, itulah rupanya namanya, Lintang, sebuah nama yang aneh.
Mendengar keputusan itu Lintang meronta-ronta ingin segera masuk kelas.
Ayahnya berusaha keras menenangkannya, tapi ia memberontak, menepis pegangan
ayahnya, melonjak, dan menghambur ke dalam kelas mencari bangku kosongnya sendiri.
Di bangku itu ia seumpama balita yang dinaikkan ke atas tank, girang tak alang kepalang,
tak mau turun lagi. Ayahnya telah melepaskan belut yang licin itu, dan anaknya baru saja
meloncati nasib, merebut pendidikan.
Bu Mus menghampiri ayah Lintang. Pria itu berpotongan seperti pohon cemara
angin yang mati karena disambar petir: hitam, meranggas, kurus, dan kaku. Beliau adalah
seorang nelayan, namun pembukaan wajahnya yang mirip orang Bushman adalah raut
wajah yang lembut, baik hati, dan menyimpan harap. Beliau pasti termasuk dalam
sebagian besar warga negaraIndonesiayang menganggap bahwa pendidikan bukan hak
asasi.


BAB III
I N I S I A S I
TAK susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan
atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit
saja oleh kambing yang senewen ingin kawin, bisa rubuh berantakan.
Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhammadiyah dan sore
untuk SMP Muhammadiyah. Maka kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama
sembilan tahun di sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan
sebangku pun tak berubah selama sembilan tahun SD dan SMP itu.
Kami kekurangan guru dan sebagian besar siswa SD Muhammadiyah ke sekolah
memakai sandal. Kami bahkan tak punya seragam. Kami juga tak punya kotak P3K. Jika
kami sakit, sakit apa pun: diare, bengkak, batuk, flu, atau gatal-gatal maka guru kami
akan memberikan sebuah pil berwarna putih, berukuran besar bulat seperti kancing jas
hujan, yang rasanya sangat pahit. Jika diminum kita bisa merasa kenyang. Pada pil itu
ada tulisan besar APC. Itulah pil APC yang legendaris di kalangan rakyat pinggiran
Belitong. Obat ajaib yang bisa menyembuhkan segala rupa penyakit.
Sekolah Muhammadiyah tak pernah dikunjungi pejabat, penjual kaligrafi,
pengawas sekolah, apalagi anggota dewan. Yang rutin berkunjung hanyalah seorang pria

yang berpakaian seperti ninja. Di punggungnya tergantung sebuah tabung aluminium
besar dengan slang yang menjalar kesanakemari. Ia seperti akan berangkat ke bulan.
Pria ini adalah utusan dari dinas kesehatan yang menyemprot sarang nyamuk dengan
DDT. Ketika asap putih tebal mengepul seperti kebakaran hebat, kami pun bersoraksorak
kegirangan.
Sekolah kami tidak dijaga karena tidak ada benda berharga yang layak dicuri.
Satu-satunya benda yang menandakan bangunan itu sekolah adalah sebatang tiang
bendera dari bambu kuning dan sebuah papan tulis hijau yang tergantung miring di dekat
lonceng. Lonceng kami adalah besi bulat berlubang-lubang bekas tungku. Di papan tulis
itu terpampang gambar matahari dengan garis-garis sinar berwarna putih. Di tengahnya
tertulis:
SD MD
Sekolah Dasar Muhammadiyah
Lalu persis di bawah mathari tadi tertera huruf-huruf arab gundul yang nanti
setelah kelas dua, setelah aku pandai membaca huruf arab, aku tahu bahwa tulisan itu
berbunyi amar makruf nahi mungkar artinya :menyuruh kepada yang makruf dan
mencegah dari yang mungkar”. Itulah pedoman utama warga Muhammadiyah. Kata-kata
itu melekat dalam kalbu kami sampai dewasa nanti. Kata-kata yang begitu kami kenal
seperti kami mengenal bau alami ibu-ibu kami.

Kamis, 07 April 2016

RESENSI BUKU 7 KEJAIBAN REZEKI BAB 4,5 DAN 6



Judul Buku                   : 7 Keajaiban Rezeki

Penulis                         : Ippho D. Santosa
Penerbit                       : Elex media Komputindo
Tanggal Terbit             : April 2010
Jumlah Halaman         : 191
Jenis Cover                 : Hard & Soft Cover
Kategori                       : Motivasi
Teks                              : Bahasa Indonesia

Bab 4   Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama)
Sebuah negara dibagi menjadi 2 yaitu negara berkembang dan negara maju. Negara berkembang yang ingin menjadi negara maju harus memiliki warga negara yang 2% bermatapencaharian sebagai pedagang atau pengusaha. Memang pada kenyataannya negara maju seperti Jepang dan Cina memiliki penduduk yang sebagian besar adalah pedagang.

Bab 5  Perisai Langit (Lingkar Diri)
Alam menyediakan segalanya untuk kebutuhan kita. Di dunia ini hukum sebab dan akibat memang berlaku. Maka dapat dikatakan ada hukum DOA dan LOA (Law Of Attraction). Apa yang kita berikan kepada alam, itulah yang alam akan berikan kepada kita. Jika dalam doa kita memberikan energi positif bagi alam, maka alam juga akan bereaksi positif terhadap kita.

Bab 6   Pembeda Abadi (Lingkar Diri)
Jika kita ingin menjadi golongan kanan dan menajdi pengusaha atau pemimpin untuk memajukan negara, kita harus memiliki ciri khas yang disebut pembeda abadi. Seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang berbeda dari orang lain. Untuk menjadi sesuatu yang muncul di antara mereka, kita harus memiliki pembeda abadi agar kita bisa diingat atau ditandai di benak banyak orang.

RESENSI BUKU 7 KEAJAIBAN REZEKI


Judul Buku                 : 7 Keajaiban Rezeki
Penulis                        : Ippho D. Santosa
Penerbit                      : Elex media Komputindo
Tanggal Terbit            : April 2010
Jumlah Halaman         : 191
Jenis Cover                 : Hard & Soft Cover
Kategori                      : Motivasi
Teks                             : Bahasa Indonesia
KEPENGARANGAN

Ippho Santosa (lahir di Pekanbaru, Riau, Indonesia, 30 Desember 1977; umur 38 tahun) adalah seorang penulis, pembicara, danpengusaha asal Indonesia. Ia lahir di Pekanbaru, Riau, dari pasangan Dwianto Sri Santosa dan Husnelly Nedvia. Ayahnya berasal dari Yogyakarta, sedangkan ibunya dari Sumatera Barat. Awalnya Ippho berkarier sebagai pemasar di Sinar Mas Group, Genting Highland, dan sebuah perusahaan Filipina. Ia juga sempat bekerja sebagai penerjemah di ILO dan dosen di Universitas Internasional Batam. Setelah masa kerjanya usai, ia mendirikan EnterTrend Training dan menjalankan lembaga tersebut, di mana puluhan ribu orang dan perusahaan yang telah menjadi peserta pelatihan dan seminarnya.
Kini Ippho dikenal publik sebagai pakar otak kanan, penulis buku mega-bestseller yang memenangkan penghargaan MURI, pembicara seminar di beberapa negara, serta pemilik TK dan PG Khalifah di belasan kota di Indonesia.


Bab 1     Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri)
Semua orang mempunyai sidik jari masing-masing. Tentunya sidik jari antara satu dengan yang lainnya berbeda. Di dalam sidik jari tersimpan sebuah kekuatan besar yang akan membawa kita menuju kesuksesan yang kita cita-citakan.

Bab 2   Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga)
Tahukah anda apa maksud Sepasang Bidadari ? Yang dimaksud sepasang bidadari adalah orangtua kita. Kita tidak akan pernah terlahir di dunia tanpa adanya orangtua. Orangtua adalah awal dari segalanya. Seluruh ridho Allah selalu ikut serta dalam ridho orangtua. Terutama bagi terbukanya pintu rezeki. Salah satu kiat lancarnya dan semakin terbuka lebarnya pintu rezeki kita yaitu dengan selalu menjaga hubungan baik dengan orangtua kita.

Bab 3   Golongan Kanan (Lingkar Diri)
Semua orang tentunya memiliki otak yang sama. Baik beratnya, jumlah sel, dan sebagainya. Hanya kualitas otak yang berbeda-beda. Otak seseorang dibagi menjadi 2 bagian yaitu otak kiri (golongan kiri) dan otak kanan (golongan kanan). Otak kiri berhubungan dengan ilmu pasti, 

Minggu, 20 Maret 2016

RESENSI BUKU


Judul: Zero to One
Penulis: Peter Thiel
Penerjemah: Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Harga :Rp.76.000
Tahun terbit: 2014
Tebal: 238

KEPENGARANGAN
Peter Theil adalah seorang pengusaha dan investor.ia mendirikan PayPal pada 1998,memimpinya sebagai CEO, dan melakukan IPO pada 2002 sekaligus mendefinisikan sebagai sebuah zaman baru perdagangan Online yang cepat dan aman.Pada 2004 ia melakukan investasi pertamanya untuk facebook tempat ia juga menjadi seorang komisaris.pada tahun yang sama ,ia meluncurkan palantir technologies, Sebuah perusahaan perangkat lunak yang memanfaatkan computer-komputer untuk memberdayakab analis-analis manusia dalam bidang-bidang seperti keamanan nasional dan keuangan global.ia telah menyediakan pendanaan awal untuk linkedln,yelp,dan puluhan usaha startup technologi yang sukses,banyak diantaranya dipimpin oleh mitra-mitra perusahaan terdahulu sampai mereka mendapatkan julukan paypal mavia,ia seorang di mitra di founder fund,sebuah perusahaan pemodal ventura di silicon valley yang telah mendanai perusahaan-perusahaan seperti spaceX dan airbnb.ia mendirikan theil fellowship,yang memicu sebuah debat nasional dengan mendoraong kaum muda memprioritaskan belajar ketimbang menempuh pendidikan formal,dan ia memimpin theil foundation , yang berusaha mendorong kemajuan teknologi dan pemikiran jangka panjang tentang masa depan


BAB 1

TANTANGAN MASA DEPAN

Ketika kita berfikir tentang masa depan,kita menharapkan kemajuan,kemajuan itu dapat memiliki dua bentuk,kemajuan vertical dan horizontal kemajuan horizontal atau kemajuan ektensif yang berarti meniru hal-hal yang jelas berhasil-pergi dari 1 ke n ,kemajuan horizontal mudah di bayangkan karena kita sudah mengetahui seperti apa kemajuan itu .kemajuan vertical atau kemajuan intensif berarti mengerjakan hal-hal baru –pergi dari 0 ke 1 . kemajuan vertikan lebih sulit di bayangkan karena mengharuskan kita mengerjakan sesuatu yang belum pernah dikerjakan oleh orang lain .apabila anda mengambil sebuah mesin tik kemudia membuat 100 buah mesin tik yang sama ,berarti anda mencapai kemajuan horizontal.apabila anda mempunyai sebuah mesin tik kemudaian membuat sebuah mesin pengolahan kata(word processor),berarti anda meraih kemajuan vertical


BAB 2

BERPESTA SEOLAH OLAH TAHUN 1999

Perusahaan di dirikan untuk menghasilkan uang,bukan untuk kerugian.ini logika yang jelas bagaimanapun logika ini tidak begitu jelas bagi banyak orang pada akhir 1990an,ketika tidak ada kerugian yang terlalu besar untuk dijadikan investasi demi masa depan yang lebih besar dan lebih cerah lagi,kearifan konvensional yang diterima oleh “tata ekonomi baru” memandang visibilitas sebagai tolok ukur finansial yang lebih otoriter dan berpandangan ke depan ketimbang profit yang dianggap kuno.
Keyakinan keyakinan konvesional hanya bisa erlihat salah dan sembarangan jika di tilik dari sudut pandang retrospektif ,ketika keyakinan itu runtuh ,kita menyebut keyakinan yang lama sebagai gelembung(bubble).akan tetapi ,distorsi yang disebabkan oleh gelembung tidak sera merta hilang begitu gelembung itu meletus.keranjingan internet tahun 90an adalah gelembung paling besar sejak krisi 1929,dan pelajaran pelajaran yang di petik sesudahnya mendefinisikan dan mendistorsi hamppir semua pemikiran tentang teknologi saat ini.langkah pertama untuk berfikir jernih adalah mempertanyakan apa yang kita piker kita ketahui tentang masa lalu.


BAB 3

SEMUA PERUSAHAAN SUKSES ITU BERBEDA

Ekuilibrum sempurna mungkin menggambarkan kekosongan yang meliputi hamper seluruh jagat raya.tidak mustahil itu menggambarkan banyak bisnis ,akan tetapi ,setiap penciptaan baru terjadi jauh dari ekuilibrum.di dunia nyata diluar teori ekonomi ,suatu bisnis bisa sukses jika melakukan sesuatu yang tidak mampu di kerjakan oleh orang lain.dengan demikian ,monipoli adalah sebuah patologi dan pengecualian.monopoli adalah kondisi setiap bisnis yang sukses.
Tolstoy membuka novel anna Karenina dengan sebuah pengamatan “setiap keluarga bahagia itu serupa,setiap keluarga yang tidak bahagia ,tidak bahagia dengan caranya masing-masing”berbeda dengan bisnis,semua perusahaan yang bahagia(sukses) berbeda satu sama lain:masing masing memiliki monopoli melalui pemecahan sebuah masalah yang unik ,semua perusahaan yang gagal itu serupa:mereka semua gagal membebaskan diri dari kompetisi